Category Archives: Transportasi

Moda Transportasi

Standard

Putri Mayangsari. F34051741. Kajian Jaringan Transportasi Multi Moda Manajemen Rantai Pasokan Produk Tomat dan Paprika Di Jawa Barat. Di bawah bimbingan Marimin. 2009.

 

Ringkasan

Tomat dan paprika merupakan salah satu komoditas yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Permintaan akan tomat dan paprika yang semakin mengalami peningkatan dapat dilihat dari adanya peningkatan permintaan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistika (2008) bahwa terjadi peningkatan ekspor tomat pada tahun 2003 sampai 2006 yaitu 671.436 ton menjadi 1.024.767 ton. Sedangkan untuk ekspor paprika yaitu sebesar 1.110.553 ton pada tahun 2003 meningkat menjadi 8.004.450 ton pada tahun 2006. Peningkatan permintaan ini harus diimbangi dengan manajemen rantai pasokan terutama dalam penanganan pasca panen yang benar karena sayuran mempunyai sifat yang mudah rusak. Transportasi merupakan penanganan pasca panen yang sangat berpengaruh terhadap kualitas tomat dan paprika. Dalam transportasi tersedia berbagai macam jenis transportasi (multi moda) yang dapat digunakan. Oleh karena itu, diperlukan pemilihan jenis transportasi yang digunakan untuk meminimalisasi kerusakan produk yang diangkut yaitu dengan melakukan optimalisasi biaya yang digunakan. Salah satu alternatif teknik yang digunakan untuk optimalisasi biaya adalah algoritma genetika .

PT Saung Mirwan merupakan salah satu perusahaan agroindustri yang bergerak di bidang hortikultura. Tomat dan paprika merupakan sayuran yang diproduksi secara rutin oleh PT Saung Mirwan. Pelanggan dari sayuran ini adalah beberapa retail dan restoran yang letaknya cukup jauh. Oleh karena itu, diperlukan adanya transportasi yang baik sehingga sifat sayuran yang mudah rusak dapat diminimalisasi.

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji mekanisme rantai pasokan produk tomat dan paprika di Jawa Barat, mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh dalam pelaksanaan jaringan distribusi tomat dan paprika, memilih dan merekomendasikan jenis transportasi yang paling efisien dan efektif untuk minimaisasi total biaya pengiriman.

Analisa yang dilakukan adalah analisa kualitatif dan kuantitatif. Analisa kualitatif menggambarkan profil, resiko dan mekanisme rantai pasok transportasi tomat dan paprika. Analisa kuantitatif dilakukan untuk mencari moda transportasi yang paling efisien untuk pengiriman tomat dan paprika dengan menggunakan algoritma genetika pada matlab sehingga biaya yang dikeluarkan minimum.

Mekanisme rantai pasok tomat dan paprika melibatkan beberapa pelaku, baik primer maupun sekunder. Pelaku primer terdiri dari petani mitra (mitra beli dan mitra tani), perusahaan sayuran (PT Saung Mirwan), dan retail. Sedangkan anggota sekunder terdiri dari pihak-pihak yang menyedikan sarana produksi bagi seluruh anggota dalam rantai pasok.

Proses rantai dingin (cold chain) yang dilakukan oleh petani adalah dengan memanen pada waktu sore atau pagi hari untuk mencegah terjadinya metabolisme seperti respirasi dan transpirasi yang disebakan oleh perbedaan suhu dan kelembaban dengan udara sekitar sedangkan untuk perusahaan dan retailer

menggunakan perlakuan suhu 7-10 oC. Beberapa resiko saat transportasi adalah susut berat karena belum adanya pendingin, penumpukan dan penggunaan kemasan yang kurang baik serta handling di area loading yang kurang baik.

Implementasi dari penelitian ini adalah program Transportation Optimation Using Genetic Algorithm menggunakan matlab. Prosedur yang digunakan meliputi inisialisasi populasi, FuncKendala untuk menghitung nilai kebugaran, Elitisme untuk menyimpang kromosom yang baik, Selection untuk menyeleksi kromosom dengan teknik roullete wheel, one point crossover dengan peluang 0,9 serta peluang mutasi sebesar 0,2.

Pemilihan moda transportasi dilakukan dengan memilih empat kendaraan yaitu truk, pick up, mobil box dan motor. Nilai optimal pada pengiriman tomat sebanyak 7 ton dari suplier (perusahaan) ke demand (retail pusat) diperoleh pada posisi ke 3 dengan biaya Rp 3.681.950,- menggunakan 6 kendaraan jenis box dan 1 kendaraan pick up dan untuk pengiriman tomat dari retail pusat ke retail agen dibutuhkan 1 pick up dan 1 mobil box dengan biaya Rp 1.849.600,-. Sedangkan untuk pengiriman paprika sebanyak 7 ton membutuhkan biaya sebesar Rp 8.631.950,- dan pengiriman sebanyak 2 ton membutuhkan biaya sebesar Rp 4.549.600 ,-.

Kata kunci : Rantai pasok, Algoritma genetika, Moda transportasi, Tomat, Paprika

Advertisements

Model Transportasi

Standard

Dalam suatu proses produksi selalu ada proses yang berhubungan dengan penanganan bahan, pengendalian kualitas, pengelolaan persediaan maupun juga pengemasan barang. Salah satu hal yang sangat penting di dalam suatu proses produksi adalah pengelolaan persediaan. Dalam mengelola persediaan, dibutuhkan suatu teknik atau cara untuk mengelola persediaan tersebut. Salah satu teknik yang digunakan untuk mengelola persediaan ini adalah Material Requirement Planning (MRP).
Material Requirement Planning ini merupakan suatu tekinik atau cara yang digunakan untuk mengelola persediaan dalam suatu proses manufaktur. Dengan menggunakan MRP, kita dapat melakukan pembatalan pesanan, pemesanan ulang, ataupun penjadwalan ulang atas jadwal yang sudah direncanakan. Selain itu, dapat pula menentukan kebutuhan material ataupun kebutuhan minimal setiap item melalui sistem penjadwalan. MRP ini akan memudahkan proses manufaktur dalam mengelola persediaan perusahaannya menjadi lebih baik lagi.

Dalam sebuah perusahaan manufaktur, organisasi, rumah sakit, universitas maupun peternakan secara umum sudah mengenal istilah inventory. Inventory dapat diartikan sebagai nilai dari stock barang yang dimiliki oleh organisasi pada waktu tertentu. Namun, dalam bidang teknik industri, inventory yang akan dibahas adalah stock on hand pada waktu tertentu (asset yang berwujud, yang dapat dilihat, diukur dan dihitung. Inventory ada dalam suatu perusahaan karena ketidaksesuaian antara pasokan dan kebutuhan. Dalam mengatur dan mengelola inventory, selalu terdapat biaya simpan dan juga biaya setup.

Untuk mengelola inventory dengan baik, digunakan teknik lot sizing agar dapat menentukan lot ekonomis yang harus dipesan. Adapun beberapa alternatif cara yang digunakan dalam teknik lot sizing, yaitu Lot For Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ), Production Order Quantity (POQ), Least Unit Cost (LUC), Least Total Cost (LTC), Part Period Balancing (PPB), Silver Meal dan Wagner Within. Dari adanya perhitungan lot sizing ini, dapat diperoleh biaya total dari proses pemesanan dan juga diketahui berapa biaya setup dan biaya simpan yang harus dikeluarkan.

Sebelum melakukan proses pengiriman barang, diperlukan suatu teknik pengelolaan pendistribusian persediaan agar distribusi berjalan dengan baik. Untuk mengatasi hal ini, maka digunakan Distribution Requirement Planning (DRP) agar pengiriman dapat ditentukan dengan baik. DRP ini dapat mempunyai kemampuan untuk mengelola persediaan terutama pada bidang pengiriman. Oleh karena itu, dengan adanya DRP suatu perusahaan dapat menyeimbangkan jumlah pasokan material dengan kebutuhan produksi. Selain itu, pengriman persediaan kepada pelanggan pun dapat dilakukan dengan efektif. Dengan adanya sistem DRP, diharapkan perusahaan dapat melakukan penghematan biaya logistik melalui perencanaan kapasitas transportasi dan penugasan pengiriman yang efektif dan efisien.

Transportation Problem
Masalah transportasi merupakan salah satu hal yang sangat penting dan selalu hadir dalam pengantaran barang, adapun penyebabnya yang berubah dari waktu ke waktu karena variabel-variabel yang banyak melingkupinya. Diantaranya yakni cuaca yang tidak diprediksi, kualitas jalan yang tidak memenuhi standard, kepadatan kendaraan yang setiap harinya selalu bertambah namun tidak diimbangi dengan penambahan kapasitas jalan atau kelalaian supir dalam delivery.

Hal pertama yakni keadaan cuaca mempunyai pengaruh penting terutama di Negara yang mempunyai basis kepulauan seperti Indonesia, dimana keadaan laut yakni tinggi gelombang laut dan cuaca harus diperhatikan dalam masalah transportasi.
Maka perkiraan cuaca yang baik dapat memecahkan masalah tersebut, tapi lain halnya dengan pemilihan rute jalan yang akan diambil oleh suatu perusahaan dalam mengantarkan barang hingga sampai kepada konsumen. Perusahaan harus memperhatikan jarak dan kapasitas penyimpanan terhadap gudang yang akan dituju.

Penentuan Rute Armada

Didalam masalah transportasi telah disebutkan bahwa rute yang akan ditempuh harus memperhatikan jarak terhadap gudang dan kapasitas penyimpanan gudang. Jarak yang merupakan komponen utama dalam hal ini harus diperhatikan bahwa rute terpendek bukan menjadi hal utama saja yang harus diperhatikan tetapi harus memperhatikan pula kapasitas gudang karena orang selalu salah kaprah dengan mendahulukan faktor tersebut sebagai dasar pengiriman barang.

Mempermudah pemilihan rute maka harus memperhatikan banyak hal seperti jarak, waktu tempuh, banyak bahan bakar yang dipakai atau keamanan rute perjalanan. Semua hal ini harus diperhatikan agar resiko dari pemilihan kesalahan tersebut dapat diminimalkan agar tidak menimbulkan kerugian yang terlalu besar.
Pemahaman suatu karakteristik rute dapat dipahami dan digunakan agar tidak menimbulkan biaya penyimpanan yang membengkak akibat barang terlalu lama disimpan digudang penyimpanan yang mengakibatkan tingginya biaya ongkos produksi.

Pemilihan Moda Transportasi

Suatu pengiriman barang dari daerah satu ke daerah lainnya memang memerlukan perhitungan yang cermat dan tepat guna menghindari berbagai resiko sehingga dapat mengurangi biaya ongkos transportasi. Sebelumnya sudah diuraikan masalah-masalah transportasi, dan menentukan rute armada, sehingga berlanjut pada pemilihan moda transpor.

Transpor yang dimaksud disini adalah kendaraan yang dapat melakukan pengiriman barang sampai ke tempat tujuan yakni konsumen yang memerlukan barang tersebut. Kegunaan utama transport adalah mengantarkan dengan cepat dan tepat waktu. Adapun factor yang lainnya yang mempengaruhi pemilihan transport bila dihubungkan dengan minimasi biaya, yakni mencari transport yang murah tetapi dapat diandalkan atau kecepatannya sudah maksimal dan tepat waktu atau tidak terlambat.
Di setiap rutinitas profesionalitas pekerjaan pengiriman barang, maka suatu keterlambatan menjadi suatu hal yang harus dihindari karena menyangkut ketepatan waktu yang disukai konsumen atau pengguna barang.

1. Udara

2.Truck

3.Package carrier

4.Kapal laut

5.Pipa bawah laut

Penentuan Lokasi Fasilitas
Tahapan-tahapan yang terakhir dalam sistem logistik dan rantai pasok adalah bagaimana menentukan lokasi fasilitas untuk tempat penyimpanan produk yang akan dijual ke konsumen, karena tidak setiap waktu, konsumen selalu membeli produk yang sama. Jika kita sebagai penyedia barang atau distributor atau produsen maka akan selalu menyediakan keperluan para konsumen walaupun konsumen tidak memerlukan produk tersebut, karena kebutuhan konsumen yang selalu berubah-ubah terhadap waktu.
Pengiriman barang yang mudah dan cepat adalah suatu hal yang harus dipenuhi kepada konsumen untuk menjamin kepuasaannya karena kita tidak ingin tentunya apabila konsumen kita berpindah ke produsen atau penyedia produk.

Apa itu Direct Express ?

Standard

Siapa yang harus menggunakan Direct Express?

Direct Express TNT merupakan solusi pengiriman terbaru bagi pelanggan yang memiliki volume pengiriman yang besar untuk negara-negara tujuan tertentu di Eropa. Solusi kami menghubungkan kiriman Anda ke negara tujuan dengan kekuatan jaringan domestik kami di Eropa yang memungkinkan pengiriman sampai ke pelosok negeri. Perusahaan-perusahaan yang menginginkan pengoptimalan rantai suplai dan peningkatan jalur distribusi akan merasa keuntungan dengan adanya layanan Direct Express ini, dengan berbagai pilihan antara lain time definite delivery service 9am, 10am dan 12pm serta day definite delivery yang lebih ekonomis.

Apakah keuntungan dari layanan Direct Express?

 Meminimalkan Persinggahan Barang

  • Mengurangi persinggahan barang kiriman yang melewati depot dan hub
  • Solusi pengiriman yang terpercaya

Mengurangi Biaya

  • Harga yang kompetitif
  • Mengurangi biaya gudang
  • Meningkatkan manajemen atas perputaran dana tunai
  • Meningkatkan manajemen inventarisasi sehingga dapat mengurangi biaya transportasi

Meningkatkan Penjualan

  • Batas waktu penerimaan barang kiriman yang lebh panjang sehingga memberikan waktu yang lebih banyak untuk memproses pesanan pelanggan dan meningkatkan penjualan
  • Kualitas layanan yang tinggi dengan proses yang disederhanakan meningkatkan kepuasan pelanggan

Meningkatkan Kontrol

  • Visibilitas data kiriman mulai dari pengambilan sampai pengantaran
  • Pelacakan kiriman dengan sistem online

Bagaimana sistem kerja Direct Express?

Direct Express merupakan solusi yang fleksibel dengan waktu transit yang lebih singkat dengan hasil dan tingkat keterhandalan yang tinggi. Terdapat tiga langkah sederhana, yaitu:

  1. Barang kiriman diberikan label dengan alamat tujuan dan dipersiapkan untuk pengambilan di tempat pelanggan.
  2. Proses pengambilan barang kiriman dilakukan dengan menggunakan rute truk yang terhubung langsung dengan hub domestik TNT di negara tujuan.
  3. Sistem transportasi domestik kami akan mengantarkan setiap kiriman sampai ke tempat tujuan (door-to-door), tepat waktu dan dalam kondisi yang baik.

Model Transportasi

Standard

Dalam suatu proses produksi selalu ada proses yang berhubungan dengan penanganan bahan, pengendalian kualitas, pengelolaan persediaan maupun juga pengemasan barang. Salah satu hal yang sangat penting di dalam suatu proses produksi adalah pengelolaan persediaan. Dalam mengelola persediaan, dibutuhkan suatu teknik atau cara untuk mengelola persediaan tersebut. Salah satu teknik yang digunakan untuk mengelola persediaan ini adalah Material Requirement Planning (MRP).
Material Requirement Planning ini merupakan suatu tekinik atau cara yang digunakan untuk mengelola persediaan dalam suatu proses manufaktur. Dengan menggunakan MRP, kita dapat melakukan pembatalan pesanan, pemesanan ulang, ataupun penjadwalan ulang atas jadwal yang sudah direncanakan. Selain itu, dapat pula menentukan kebutuhan material ataupun kebutuhan minimal setiap item melalui sistem penjadwalan. MRP ini akan memudahkan proses manufaktur dalam mengelola persediaan perusahaannya menjadi lebih baik lagi.

Dalam sebuah perusahaan manufaktur, organisasi, rumah sakit, universitas maupun peternakan secara umum sudah mengenal istilah inventory. Inventory dapat diartikan sebagai nilai dari stock barang yang dimiliki oleh organisasi pada waktu tertentu. Namun, dalam bidang teknik industri, inventory yang akan dibahas adalah stock on hand pada waktu tertentu (asset yang berwujud, yang dapat dilihat, diukur dan dihitung. Inventory ada dalam suatu perusahaan karena ketidaksesuaian antara pasokan dan kebutuhan. Dalam mengatur dan mengelola inventory, selalu terdapat biaya simpan dan juga biaya setup.

Untuk mengelola inventory dengan baik, digunakan teknik lot sizing agar dapat menentukan lot ekonomis yang harus dipesan. Adapun beberapa alternatif cara yang digunakan dalam teknik lot sizing, yaitu Lot For Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ), Production Order Quantity (POQ), Least Unit Cost (LUC), Least Total Cost (LTC), Part Period Balancing (PPB), Silver Meal dan Wagner Within. Dari adanya perhitungan lot sizing ini, dapat diperoleh biaya total dari proses pemesanan dan juga diketahui berapa biaya setup dan biaya simpan yang harus dikeluarkan.

Sebelum melakukan proses pengiriman barang, diperlukan suatu teknik pengelolaan pendistribusian persediaan agar distribusi berjalan dengan baik. Untuk mengatasi hal ini, maka digunakan Distribution Requirement Planning (DRP) agar pengiriman dapat ditentukan dengan baik. DRP ini dapat mempunyai kemampuan untuk mengelola persediaan terutama pada bidang pengiriman. Oleh karena itu, dengan adanya DRP suatu perusahaan dapat menyeimbangkan jumlah pasokan material dengan kebutuhan produksi. Selain itu, pengriman persediaan kepada pelanggan pun dapat dilakukan dengan efektif. Dengan adanya sistem DRP, diharapkan perusahaan dapat melakukan penghematan biaya logistik melalui perencanaan kapasitas transportasi dan penugasan pengiriman yang efektif dan efisien.

Transportation Problem
Masalah transportasi merupakan salah satu hal yang sangat penting dan selalu hadir dalam pengantaran barang, adapun penyebabnya yang berubah dari waktu ke waktu karena variabel-variabel yang banyak melingkupinya. Diantaranya yakni cuaca yang tidak diprediksi, kualitas jalan yang tidak memenuhi standard, kepadatan kendaraan yang setiap harinya selalu bertambah namun tidak diimbangi dengan penambahan kapasitas jalan atau kelalaian supir dalam delivery.

Hal pertama yakni keadaan cuaca mempunyai pengaruh penting terutama di Negara yang mempunyai basis kepulauan seperti Indonesia, dimana keadaan laut yakni tinggi gelombang laut dan cuaca harus diperhatikan dalam masalah transportasi.
Maka perkiraan cuaca yang baik dapat memecahkan masalah tersebut, tapi lain halnya dengan pemilihan rute jalan yang akan diambil oleh suatu perusahaan dalam mengantarkan barang hingga sampai kepada konsumen. Perusahaan harus memperhatikan jarak dan kapasitas penyimpanan terhadap gudang yang akan dituju.

Penentuan Rute Armada

Didalam masalah transportasi telah disebutkan bahwa rute yang akan ditempuh harus memperhatikan jarak terhadap gudang dan kapasitas penyimpanan gudang. Jarak yang merupakan komponen utama dalam hal ini harus diperhatikan bahwa rute terpendek bukan menjadi hal utama saja yang harus diperhatikan tetapi harus memperhatikan pula kapasitas gudang karena orang selalu salah kaprah dengan mendahulukan faktor tersebut sebagai dasar pengiriman barang.

Mempermudah pemilihan rute maka harus memperhatikan banyak hal seperti jarak, waktu tempuh, banyak bahan bakar yang dipakai atau keamanan rute perjalanan. Semua hal ini harus diperhatikan agar resiko dari pemilihan kesalahan tersebut dapat diminimalkan agar tidak menimbulkan kerugian yang terlalu besar.
Pemahaman suatu karakteristik rute dapat dipahami dan digunakan agar tidak menimbulkan biaya penyimpanan yang membengkak akibat barang terlalu lama disimpan digudang penyimpanan yang mengakibatkan tingginya biaya ongkos produksi.

Pemilihan Moda Transportasi

Suatu pengiriman barang dari daerah satu ke daerah lainnya memang memerlukan perhitungan yang cermat dan tepat guna menghindari berbagai resiko sehingga dapat mengurangi biaya ongkos transportasi. Sebelumnya sudah diuraikan masalah-masalah transportasi, dan menentukan rute armada, sehingga berlanjut pada pemilihan moda transpor.

Transpor yang dimaksud disini adalah kendaraan yang dapat melakukan pengiriman barang sampai ke tempat tujuan yakni konsumen yang memerlukan barang tersebut. Kegunaan utama transport adalah mengantarkan dengan cepat dan tepat waktu. Adapun factor yang lainnya yang mempengaruhi pemilihan transport bila dihubungkan dengan minimasi biaya, yakni mencari transport yang murah tetapi dapat diandalkan atau kecepatannya sudah maksimal dan tepat waktu atau tidak terlambat.
Di setiap rutinitas profesionalitas pekerjaan pengiriman barang, maka suatu keterlambatan menjadi suatu hal yang harus dihindari karena menyangkut ketepatan waktu yang disukai konsumen atau pengguna barang.

Penentuan Lokasi Fasilitas
Tahapan-tahapan yang terakhir dalam sistem logistik dan rantai pasok adalah bagaimana menentukan lokasi fasilitas untuk tempat penyimpanan produk yang akan dijual ke konsumen, karena tidak setiap waktu, konsumen selalu membeli produk yang sama. Jika kita sebagai penyedia barang atau distributor atau produsen maka akan selalu menyediakan keperluan para konsumen walaupun konsumen tidak memerlukan produk tersebut, karena kebutuhan konsumen yang selalu berubah-ubah terhadap waktu.
Pengiriman barang yang mudah dan cepat adalah suatu hal yang harus dipenuhi kepada konsumen untuk menjamin kepuasaannya karena kita tidak ingin tentunya apabila konsumen kita berpindah ke produsen atau penyedia produk.

Mode Transportasi

Standard

MODE TRANSPORTASI

  • Macam-macam jenis Kapal
  1. Kontainer
  2. General cargo
  3. Tanker
  4. Dredger
  5. Hovercraft

Untuk lebih detailnya

1. Kapal Kontainer yang khusus digunakan untuk mengangkut kontainer yang standar. Memiliki rongga (cells) untuk menyimpan peti kemas ukuran standar. Peti kemas diangkat ke atas kapal di terminal peti kemas dengan menggunakan kran/derek khusus yang dapat dilakukan dengan cepat, baik derek-derek yang berada di dermaga, maupun derek yang berada di kapal itu sendiri.

2. Kapal Kargo adalah segala jenis kapal yang membawa barang-barang dan muatan dari suatu pelabuhan ke pelabuhan lainnya biasanya dalam bentuk curah. Kapal kargo pada umumnya didesain khusus untuk tugasnya, dilengkapi dengan crane dan mekanisme lainnya untuk bongkar muat, serta dibuat dalam berbagai ukuran

3. Kapal tanker adalah kapal yang dirancang untuk mengangkut muatan berbentuk cair (minyak) atau produk turunannya.

4.Kapal dredger  merupakan kapal yang memiliki peralatan khusus untuk melakukan pengerukan. Kapal ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan, baik dari suatu pelabuhan, alur pelayaran, ataupun industri lepas pantai, agar dapat bekerja sebagaimana halnya alat-alat leveling yang ada di darat seperti :

– excavator dan buldozer memiliki sebuah backhoe seperti excavator. Backhoe dredger dapat pula menggunakan excavator untuk darat, diletakkan di atas tongkang. Biasanya backhoe dredger ini memiliki tiga buah spudcan, yaitu tiang yang berguna sebagai pengganti jangkar agar kapal tidak bergerak, dan pada backhoe dredger yang high-tech, hanya memerlukan satu orang untuk mengoperasikannya.

– Cutter Suction Dredger :Kapal ini memiliki tabung penghisap dengan kepala pemotong di pintu masuk penghisap. Pemotong dapat pula digunakan untuk material keras seperti kerikil atau batu. Material yang dikeruk biasanya diisap oleh pompa pengisap sentrifugal dan dikeluarkan melalui pipa atau ke tongkang. CSD dengan pemotong yang lebih kuat telah dibangun beberapa tahun terakhir, digunakan untuk memotong batu tapi peledakan. CSD memiliki dua buah spud can di bagian belakang serta dua jangkar di bagian depan kiri dan kanan. Spud can berguna sebagai poros bergerak CSD, dua jangkar untuk menarik ke kiri dan kanan.

– Bucket dredger adalah jenis tertua dari suatu kapal keruk. Biasanya dilengkapi dengan beberapa alat seperti timba / bucket yang bergerak secara simultan untuk mengangkat sedimen dari dasar air.

5.Hovercraft adalah

suatu kendaraan yang berjalan di atas bantalan udara (air cushion). Bantalan udara tersebut ditimbulkan dengan cara meniupkan udara ke ruang bawah kapal ini (plenum chamber) melalui skirt (sekat yang lentur) sehingga tekanan udara di dalam plenum chamber lebih tinggi daripada tekanan udara luar sehingga timbul gaya angkat.Untuk menggerakkan kapal bantalan udara, digunakan gaya dorong yang diperoleh dari baling2 seperti pada pesawat udara. Gaya angkat kapal ini bekerja pada penampang yang luas, sehingga tekanan terhadap tanah atau air (ground pressure) yang ditimbulkan tidak besar. Dengan demikian, kendaraan ini dapat berjalan di atas lumpur, air maupun daratan dengan membawa beban yang cukup berat. Karena tidak adanya kontak langsung antara hovercraft dan permukaan daratan atau air, maka hambatan yang terjadi kecil sehingga hovercraft dapat melaju dengan kecepatan tinggi.