Moda Transportasi

Standard

Putri Mayangsari. F34051741. Kajian Jaringan Transportasi Multi Moda Manajemen Rantai Pasokan Produk Tomat dan Paprika Di Jawa Barat. Di bawah bimbingan Marimin. 2009.

 

Ringkasan

Tomat dan paprika merupakan salah satu komoditas yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Permintaan akan tomat dan paprika yang semakin mengalami peningkatan dapat dilihat dari adanya peningkatan permintaan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistika (2008) bahwa terjadi peningkatan ekspor tomat pada tahun 2003 sampai 2006 yaitu 671.436 ton menjadi 1.024.767 ton. Sedangkan untuk ekspor paprika yaitu sebesar 1.110.553 ton pada tahun 2003 meningkat menjadi 8.004.450 ton pada tahun 2006. Peningkatan permintaan ini harus diimbangi dengan manajemen rantai pasokan terutama dalam penanganan pasca panen yang benar karena sayuran mempunyai sifat yang mudah rusak. Transportasi merupakan penanganan pasca panen yang sangat berpengaruh terhadap kualitas tomat dan paprika. Dalam transportasi tersedia berbagai macam jenis transportasi (multi moda) yang dapat digunakan. Oleh karena itu, diperlukan pemilihan jenis transportasi yang digunakan untuk meminimalisasi kerusakan produk yang diangkut yaitu dengan melakukan optimalisasi biaya yang digunakan. Salah satu alternatif teknik yang digunakan untuk optimalisasi biaya adalah algoritma genetika .

PT Saung Mirwan merupakan salah satu perusahaan agroindustri yang bergerak di bidang hortikultura. Tomat dan paprika merupakan sayuran yang diproduksi secara rutin oleh PT Saung Mirwan. Pelanggan dari sayuran ini adalah beberapa retail dan restoran yang letaknya cukup jauh. Oleh karena itu, diperlukan adanya transportasi yang baik sehingga sifat sayuran yang mudah rusak dapat diminimalisasi.

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji mekanisme rantai pasokan produk tomat dan paprika di Jawa Barat, mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh dalam pelaksanaan jaringan distribusi tomat dan paprika, memilih dan merekomendasikan jenis transportasi yang paling efisien dan efektif untuk minimaisasi total biaya pengiriman.

Analisa yang dilakukan adalah analisa kualitatif dan kuantitatif. Analisa kualitatif menggambarkan profil, resiko dan mekanisme rantai pasok transportasi tomat dan paprika. Analisa kuantitatif dilakukan untuk mencari moda transportasi yang paling efisien untuk pengiriman tomat dan paprika dengan menggunakan algoritma genetika pada matlab sehingga biaya yang dikeluarkan minimum.

Mekanisme rantai pasok tomat dan paprika melibatkan beberapa pelaku, baik primer maupun sekunder. Pelaku primer terdiri dari petani mitra (mitra beli dan mitra tani), perusahaan sayuran (PT Saung Mirwan), dan retail. Sedangkan anggota sekunder terdiri dari pihak-pihak yang menyedikan sarana produksi bagi seluruh anggota dalam rantai pasok.

Proses rantai dingin (cold chain) yang dilakukan oleh petani adalah dengan memanen pada waktu sore atau pagi hari untuk mencegah terjadinya metabolisme seperti respirasi dan transpirasi yang disebakan oleh perbedaan suhu dan kelembaban dengan udara sekitar sedangkan untuk perusahaan dan retailer

menggunakan perlakuan suhu 7-10 oC. Beberapa resiko saat transportasi adalah susut berat karena belum adanya pendingin, penumpukan dan penggunaan kemasan yang kurang baik serta handling di area loading yang kurang baik.

Implementasi dari penelitian ini adalah program Transportation Optimation Using Genetic Algorithm menggunakan matlab. Prosedur yang digunakan meliputi inisialisasi populasi, FuncKendala untuk menghitung nilai kebugaran, Elitisme untuk menyimpang kromosom yang baik, Selection untuk menyeleksi kromosom dengan teknik roullete wheel, one point crossover dengan peluang 0,9 serta peluang mutasi sebesar 0,2.

Pemilihan moda transportasi dilakukan dengan memilih empat kendaraan yaitu truk, pick up, mobil box dan motor. Nilai optimal pada pengiriman tomat sebanyak 7 ton dari suplier (perusahaan) ke demand (retail pusat) diperoleh pada posisi ke 3 dengan biaya Rp 3.681.950,- menggunakan 6 kendaraan jenis box dan 1 kendaraan pick up dan untuk pengiriman tomat dari retail pusat ke retail agen dibutuhkan 1 pick up dan 1 mobil box dengan biaya Rp 1.849.600,-. Sedangkan untuk pengiriman paprika sebanyak 7 ton membutuhkan biaya sebesar Rp 8.631.950,- dan pengiriman sebanyak 2 ton membutuhkan biaya sebesar Rp 4.549.600 ,-.

Kata kunci : Rantai pasok, Algoritma genetika, Moda transportasi, Tomat, Paprika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s