Model Transportasi

Standard

Dalam suatu proses produksi selalu ada proses yang berhubungan dengan penanganan bahan, pengendalian kualitas, pengelolaan persediaan maupun juga pengemasan barang. Salah satu hal yang sangat penting di dalam suatu proses produksi adalah pengelolaan persediaan. Dalam mengelola persediaan, dibutuhkan suatu teknik atau cara untuk mengelola persediaan tersebut. Salah satu teknik yang digunakan untuk mengelola persediaan ini adalah Material Requirement Planning (MRP).
Material Requirement Planning ini merupakan suatu tekinik atau cara yang digunakan untuk mengelola persediaan dalam suatu proses manufaktur. Dengan menggunakan MRP, kita dapat melakukan pembatalan pesanan, pemesanan ulang, ataupun penjadwalan ulang atas jadwal yang sudah direncanakan. Selain itu, dapat pula menentukan kebutuhan material ataupun kebutuhan minimal setiap item melalui sistem penjadwalan. MRP ini akan memudahkan proses manufaktur dalam mengelola persediaan perusahaannya menjadi lebih baik lagi.

Dalam sebuah perusahaan manufaktur, organisasi, rumah sakit, universitas maupun peternakan secara umum sudah mengenal istilah inventory. Inventory dapat diartikan sebagai nilai dari stock barang yang dimiliki oleh organisasi pada waktu tertentu. Namun, dalam bidang teknik industri, inventory yang akan dibahas adalah stock on hand pada waktu tertentu (asset yang berwujud, yang dapat dilihat, diukur dan dihitung. Inventory ada dalam suatu perusahaan karena ketidaksesuaian antara pasokan dan kebutuhan. Dalam mengatur dan mengelola inventory, selalu terdapat biaya simpan dan juga biaya setup.

Untuk mengelola inventory dengan baik, digunakan teknik lot sizing agar dapat menentukan lot ekonomis yang harus dipesan. Adapun beberapa alternatif cara yang digunakan dalam teknik lot sizing, yaitu Lot For Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ), Production Order Quantity (POQ), Least Unit Cost (LUC), Least Total Cost (LTC), Part Period Balancing (PPB), Silver Meal dan Wagner Within. Dari adanya perhitungan lot sizing ini, dapat diperoleh biaya total dari proses pemesanan dan juga diketahui berapa biaya setup dan biaya simpan yang harus dikeluarkan.

Sebelum melakukan proses pengiriman barang, diperlukan suatu teknik pengelolaan pendistribusian persediaan agar distribusi berjalan dengan baik. Untuk mengatasi hal ini, maka digunakan Distribution Requirement Planning (DRP) agar pengiriman dapat ditentukan dengan baik. DRP ini dapat mempunyai kemampuan untuk mengelola persediaan terutama pada bidang pengiriman. Oleh karena itu, dengan adanya DRP suatu perusahaan dapat menyeimbangkan jumlah pasokan material dengan kebutuhan produksi. Selain itu, pengriman persediaan kepada pelanggan pun dapat dilakukan dengan efektif. Dengan adanya sistem DRP, diharapkan perusahaan dapat melakukan penghematan biaya logistik melalui perencanaan kapasitas transportasi dan penugasan pengiriman yang efektif dan efisien.

Transportation Problem
Masalah transportasi merupakan salah satu hal yang sangat penting dan selalu hadir dalam pengantaran barang, adapun penyebabnya yang berubah dari waktu ke waktu karena variabel-variabel yang banyak melingkupinya. Diantaranya yakni cuaca yang tidak diprediksi, kualitas jalan yang tidak memenuhi standard, kepadatan kendaraan yang setiap harinya selalu bertambah namun tidak diimbangi dengan penambahan kapasitas jalan atau kelalaian supir dalam delivery.

Hal pertama yakni keadaan cuaca mempunyai pengaruh penting terutama di Negara yang mempunyai basis kepulauan seperti Indonesia, dimana keadaan laut yakni tinggi gelombang laut dan cuaca harus diperhatikan dalam masalah transportasi.
Maka perkiraan cuaca yang baik dapat memecahkan masalah tersebut, tapi lain halnya dengan pemilihan rute jalan yang akan diambil oleh suatu perusahaan dalam mengantarkan barang hingga sampai kepada konsumen. Perusahaan harus memperhatikan jarak dan kapasitas penyimpanan terhadap gudang yang akan dituju.

Penentuan Rute Armada

Didalam masalah transportasi telah disebutkan bahwa rute yang akan ditempuh harus memperhatikan jarak terhadap gudang dan kapasitas penyimpanan gudang. Jarak yang merupakan komponen utama dalam hal ini harus diperhatikan bahwa rute terpendek bukan menjadi hal utama saja yang harus diperhatikan tetapi harus memperhatikan pula kapasitas gudang karena orang selalu salah kaprah dengan mendahulukan faktor tersebut sebagai dasar pengiriman barang.

Mempermudah pemilihan rute maka harus memperhatikan banyak hal seperti jarak, waktu tempuh, banyak bahan bakar yang dipakai atau keamanan rute perjalanan. Semua hal ini harus diperhatikan agar resiko dari pemilihan kesalahan tersebut dapat diminimalkan agar tidak menimbulkan kerugian yang terlalu besar.
Pemahaman suatu karakteristik rute dapat dipahami dan digunakan agar tidak menimbulkan biaya penyimpanan yang membengkak akibat barang terlalu lama disimpan digudang penyimpanan yang mengakibatkan tingginya biaya ongkos produksi.

Pemilihan Moda Transportasi

Suatu pengiriman barang dari daerah satu ke daerah lainnya memang memerlukan perhitungan yang cermat dan tepat guna menghindari berbagai resiko sehingga dapat mengurangi biaya ongkos transportasi. Sebelumnya sudah diuraikan masalah-masalah transportasi, dan menentukan rute armada, sehingga berlanjut pada pemilihan moda transpor.

Transpor yang dimaksud disini adalah kendaraan yang dapat melakukan pengiriman barang sampai ke tempat tujuan yakni konsumen yang memerlukan barang tersebut. Kegunaan utama transport adalah mengantarkan dengan cepat dan tepat waktu. Adapun factor yang lainnya yang mempengaruhi pemilihan transport bila dihubungkan dengan minimasi biaya, yakni mencari transport yang murah tetapi dapat diandalkan atau kecepatannya sudah maksimal dan tepat waktu atau tidak terlambat.
Di setiap rutinitas profesionalitas pekerjaan pengiriman barang, maka suatu keterlambatan menjadi suatu hal yang harus dihindari karena menyangkut ketepatan waktu yang disukai konsumen atau pengguna barang.

1. Udara

2.Truck

3.Package carrier

4.Kapal laut

5.Pipa bawah laut

Penentuan Lokasi Fasilitas
Tahapan-tahapan yang terakhir dalam sistem logistik dan rantai pasok adalah bagaimana menentukan lokasi fasilitas untuk tempat penyimpanan produk yang akan dijual ke konsumen, karena tidak setiap waktu, konsumen selalu membeli produk yang sama. Jika kita sebagai penyedia barang atau distributor atau produsen maka akan selalu menyediakan keperluan para konsumen walaupun konsumen tidak memerlukan produk tersebut, karena kebutuhan konsumen yang selalu berubah-ubah terhadap waktu.
Pengiriman barang yang mudah dan cepat adalah suatu hal yang harus dipenuhi kepada konsumen untuk menjamin kepuasaannya karena kita tidak ingin tentunya apabila konsumen kita berpindah ke produsen atau penyedia produk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s