Tender ? Lelang ?

Standard

Yang menjalankan sebuah manajemen pengadaan adalah bagian pengadaan yang secara umum memiliki visi  untuk memenuhi semua barang/bahan yang  dibutuhkan Perusahaan secara tepat waktu , tepat mutu, tepat pemasok dengan harga yang wajar dan kompetitif.

Untuk itu, yang harus dilakukan oleh Bagian Pengadaan adalah Merancang hubungan yang tepat dengan supplier dimana ada 2 cara/strategi pengadaan yang meliputi proses pembelian barang pada supplier yaitu,

a.       Pembelian rutin

Cara ini berlaku untuk perusahaan yang sudah memiliki supplier yang jelas  dimana sudah terjadi kesepakatan jangka panjang di antara kedua pihak. Contohnya seperti perusahan cetak/print yang memiliki supplier pabrik kertas

b.      Tender atau lelang

Strategi ini berlaku untuk perusahaan yang menyupplai barang dengan spesifikasi teknis yang cukup kompleks dan tidak akan dibeli berulang-ulang karena barang yang akan dibeli bukan merupakan barang yang standart sehingga supplier yang dimiliki tidak tetap.

Selain itu, perusahaan juga memiliki aturan yang memang mengharuskan penyuplaian/pembelian barang dilakukan dengan proses tender.

Kalian pasti bertanya-tanya.. Apa itu tender??? Apa itu lelang??? Berbedakah?

Jawabannya pasti berbeda. Kalau tender,  saat pertama kali pihak perusahaan menawarkan harga pada para calon supplier, maka harga itu tidak bisa lagi direvisi. Sedangkan lelang, para calon supplier berkesempatan menawarkan harga/menurunkan harga sampai batas waktu lelang yang ditentukan. Kemudian untuk caranya, dalam system tender biasanya  tidak memperlihatkan harga penawaran dari supplier satu ke supplier lainnya(rahasia antara 2 pihak saja), sedangkan pada lelang justru para calon supplier diundang untuk mengikuti proses lelang dimana pada proses ini terjadi keterbukaan dari semua pihak.

Pemilihan Supplier yang tepat bagi perusahaan

Salah satu metodenya yaitu dengan AHP (Analytical Hierarchy Process) dengan langkah langkah sebagai berikut:

1.       Menentukan criteria – criteria pemilihan

Kriteria – criteria yang dibutuhkan biasanya masalah :

a.       Kualitas, dimana kualitas supplier akan sangat mempengaruhi pula kualitas perusahaan yang akan berdampak langsung pada kesan pelanggan.

b.      Waktu kirim

Berhubngan dengan jarak dan kapasitas, dimana semakin dekat jarak akan semakin pendek waktu kirimnya dan sebaliknya. Dan besar kecilnya kapasitas yang mampu dikirim dalam satu pengiriman, akan mempengaruhi waktu  kirimnya

c.       Finansial

Meliputi penawaran dan potensi. Penawaran tentunya sangat dipertimbangkan karena selain masalah kualitas ,perusahaan juga harus melakukan pengoptimalan keuangan dengan mempertimbangkan potensi potensi yang ada dari calon supplier.

d.      Inovasi

Inovasi yang diharapkan perusahaan sangat tinggi melihat semakin canggihnya tehnologi dan dorongan persaingan antar perusahaan, sehingga para peserta/calon supplier harus meyakinkan dan mampu memberikan inovasi-inovasi baru yang ditawarkan.

2.  Selanjutnya dari criteria-kriteria tadi masing-masing akan diberikan bobot dengan tujuan memudahkan dalam menghitung bobot masing-masing supplier.

3.   Selanjutnya setelah bobot masing-masing terhitung, kemudian dilakukan pengurutan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s