Tag Archives: strategi

Competitive and Supply Chain Strategies

Standard

Strategic fit merupakan konsistensi antara prioritas pelanggan yang diharapkan mampu dipenuhi oleh strategi kompetitif dan kemampuan rantai nilai yang dapat dibangun dengan strategi supply chain.
Strategic fit dicapai dengan tiga tahap, yaitu:

1. Memahami pelanggan dan ketidakpastian rantai pasokan ( Understanding the Customer and Supply Chain Uncertainty)
Pertama, perusahaan harus memahami kebutuhan pelanggan pada masing-masing segmen dan ketidakpastian supply chain yang dihadapkan pada pemenuhan kebutuhan. Kebutuhan ini membantu perusahaan menemukan keinginan biaya dan permintaan jasa. Ketidakpastian rantai pasokan membantu perusahaan mengidentifikasi tingkat ketidakmampuan dalam memprediksi permintaan, gangguan, dan keterlambatan.

2. Memahami kemampuan rantai pasokan (Understanding the Supply Chain Capabilities)
Terdapat beberapa jenis supply chain, masing-masing dirancang untuk pelaksanaan tugas yang berbeda. Perusahaan seharusnya mengetahui bagaimana supply chain didesign dengan baik.

3. Pencapaian strategic fit (Achieving Strategic Fit)
Jika terdapat persaingan yang tidak sebanding antara supply chain dengan kebutuhan pelanggan, perusahaan juga akan mengatur kembali rantai pasokan untuk mendukung strategi kompetitif atau mengubah strategi kompetitif.

  INTINYA…:)

  • Langkah pertama dalam pencapaian strategic fit antara kompetitif dan strategi supply chain adalah memahami pelanggan dan ketidakpastian supply chain. Ketidakpastian dari pelanggan dan supply chain dapat dikombinasikan dan dipetakan pada spektrum ketidakpastian.
  • Langkah kedua dalam pencapaian strategic fit antara kompetitif dan strategi supply chain adalah memahami supply chain dan memetakannya pada spektrum kemampuan reaksi.
  • Langkah terakhir dalam pencapaian strategic fit adalah mencocokan antara kemampuan reaksi supply chain dengan ketidakpastian dari permintaan dan penawaran. Rancangan rantai pasokan dan selurih strategi fungsional pada perusahaan harus dapat mendukung tingkat kemampuan reaksi suplly chain.

      Lingkup strategic fit adalah fungsi-fungsi yang ada pada perusahaan dan langkah-langkah yang yang tepat yang dapat menemukan hubungan strategi dengan tujuan. Lingkup interperusahaan dari strategic fit pada saat ini merupakan hal yang penting karena persaingan dalam wilayah perusahaan dengan perusahaan telah berubah menjadi persaingan supply chain satu dengan yang lainnya.
Rekan kerja perusahaan dalam supply chain akan menentukan kesuksesan perusahaan. Lingkup interperusahaan dari strategic fit membutuhkan evaluasi tiap tindakan pada sebuah perusahaan dalam keseluruhan. Lingkup ini meluas pada seluruh langkah di rantai pasokan. 

Tahapan Supply Chain

Standard

Manajemen supply chain yang sukses membutuhkan banyak keputusan yang berkaitan dengan aliran informasi, produk, dan dana. Setiap keputusan harus dilakukan untuk meningkatkan supply chain. Keputusan-keputusan ini jatuh ke dalam tiga kategori atau fase antara lain :

  • Strategi atau desain Supply chain

Penentuan struktur supply chain dan proses yang akan dilakukan pada tiap stage dalam waktu jangka panjang. Struktur ini menjelaskan konfigurasi supply chain untuk kedepannya dan bagaimana strategi/desain akan dialokasikan serta proses apa saja yang akan berjalan pada setiap stage

Keputusan strategis supply chain mencakup :

ü  Lokasi dan kapasitas fasilitas

ü  Produk yang akan dibuat atau disimpan

ü  Moda transportasi

ü  Sistem informasi

ü  Keputusan rancangan supply chain berlaku untuk jangka panjang dan perlu biaya mahal

  • Perencanaan Supply chain, tujuan nya adalah memaksimalkan surplus dari supply chain dengan jangka waktu yang telah ditentukan (3bulan, 4bulan, atau 6bulan) pada saat tahap strategi/desain supply chain.

Keputusan perencanaan mecakup :

ü  Pasar mana yang akan disuplai & dari lokasi mana

ü  Rencana penambahan inventori

ü  Subkontrak, lokasi cadangan

ü  Kebijakan inventori

ü  Promosi

ü  Harus mempertimbangkan ketidakpastian permintaan, nilai tukar,  persaingan selama horizon waktu perencanaan

  • Operasional Supply chain

ü  Horizon waktu bersifat mingguan atau harian

ü  Keputusan diambil berdasar order tiap konsumen

ü  Menyusun kebijakan operasional

ü  Menerapkan kebijakan seefektif mungkin

ü  Alokasi order, menetapkan duedate, kontrol data gudang, mengatur jadwal pengiriman

ü  Faktor ketidakpastian makin sedikit

Tinjauan Proses Supply Chain, Ada dua yang cara untuk melihat proses yang dilakukan dalam supply chain.

  • Cycle view à serangkaian siklus yang terjadi antar stage dalam supply chain
  • Push/pull view àmerespon order konsumen (pull) atau mengantisipasi order (push)Semua proses dalam supply chain masuk kedalam salah satu dari dua kategori tergantung pada waktu eksekusi relatif perusahaan untuk mengakhiri permintaan pelanggan.Dengan pull proses, eksekusi dimulai sebagai respons terhadap pesanan pelanggan. Dengan push proses, eksekusi dimulai dengan mengantisipasi pesanan pelanggan. Oleh karena itu, pada saat eksekusi pull proses, permintaan pelanggan yang diketahui dengan pasti, sedangkanpada saat pelaksanaan push proses, permintaan tidak dikenal dan harus diperkirakan. Pull proses juga dapat disebut sebagai proses reaktif karena bereaksi terhadap permintaan pelanggan. Push proses juga dapat disebut sebagai proses spekulatif karena berspekulasi (atau diperkirakan) daripada permintaan aktual.Batas push / pull dalam memisahkan proses supply chain digambarkan sebagai berikut :

Tahap Keputusan Rantai Suplai

Standard

Dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan rantai suplai (supply chain) ada beberapa tahapan yang dipertimbangkan, yaitu strategi atau desain dalam supply chain, perencanaan supply chain dan operasional supply chain.

1.  Strategi atau desain dalam rantai suplai (supply chain)

Definisi        :    Kumpulan kegiatan dan aksi strategis di sepanjang supply chain yang menciptakan rekonsiliasi antara apa yang dibutuhkan pelanggan akhir dengan kemampuan sumber daya yang ada pada supply chain tersebut.

Secara sederhana dapat diartikan bahwa strategi atau desain dalam rantai suplai digunakan untuk menentukan struktur rantai suplai dan proses yang akan dilakukan pada setiap stage/ tahapan dalam rantai suplai.

Tujuan strategis dari rantai pasok bersifat jangka panjang dan digunakan untuk bertahan dalam persaingan pasar. Konteks ukuran yang digunakan dalam memenangkan pasar berkaitan dengan pemenuhan produk atau barang dengan harga murah, berkualitas, mudah didapat dan bervariasi.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar sesuai konteks yang diinginkan oleh konsumen tersebut maka setiap rantai pasok harus memiliki kemampuan dalam pengoperasian yang efisien, menciptakan kualitas, cepat, fleksibel dan inovatif. Sehingga keputusan strategis tekait hal tersebut diantaranya adalah penentuan kapasitas fasilitas, penentuan sistem informasi, penentuan produk yang akan dibuat dan disimpan, penentuan lokasi dan model transportasi dan lain-lain.

Karakteristik Produk dan Pasar

Menurut Marshal Fisher, terdapat 2 karakteristik produk, yaitu :

1.  Produk Fungsional

Produk dengan konfigurasi standar, siklus hidup panjang, memiliki sedikit variasi, kebutuhan pelanggan dari waktu ke waktu relatif tidak berubah. Contoh : kertas HVS A4 80 gr, CD, paku payung, pensil

2.  Produk Inovatif

Setiap kelompok produk inovatif mempunyai variasi sampai ratusan atau ribuan, bertahan sebentar di pasar dan akan digantikan oleh variasi baru yang dikembangkan. Contoh: camera digital, handphone, printer

Setiap karakteristik produk memiliki strategi atau desai rantai pasok yang berbeda. Untuk produk fungsional,difokuskan untuk meminimumkan ongkos-ongkos fisik disepanjang rantai supply (menciptakan efisiensi). Sedangkan untuk produk inovatif, difokuskan pada peningkatan kemampuan untuk lebih responsif terhadap kebutuhan pasar/ konsumen. Sehingga munculah 2 strategi utama yaitu strategi efisiensi dan strategi rersponsif. Kesesuaian antara karakteristik produk dan bentuk strategi yang digunakan dalam rantai pasok dinamakan Strategy Fit. Konsep strategi fit dapat dilihat pada gambar 3.

Gbr. 3 Konsep Strategi Fix Rantai Pasok

2.  Perencanaan dalam rantai pasok (supply chain)

Keputusan perencanaan dalam rantai pasok (supply chain) berkaitan dengan pengambilan keputusan menentukan lokasi pasar dan gudang pensuplai, perencanaan penambahan persediaan (inventory)/ kebijakan persediaan,  promosi dan lain-lain.

Penentuan perencanaan dalam rantai pasok harus mempertimbangkan pula adanya ketidakpastian permintaan, nilai tukar, horizon perencanaan dan lain-lain

3.  Operasional dalam rantai pasok (supply chain)

Tinjauan Proses dalam Rantai Pasok dapat dilihat dari 2 hal, yaitu cycle view dan push/pull view.

     a.  Cycle View

Merupakan serangkaian siklus yang terjadi antar stage atau tahapan dalam rantai pasok. Dapat dilihat pada gambar 4.

Gbr. 4 Cycle View 2. Push/pull ViewMerespon order konsumen (pull) atau mengantisipasi order (push). Dapat dilihat pada gambar 5.Gbr. 5 Push/ Pull View

Written by utaminingsih in: Supply Chain Management | Tags: Rantai PasokSCMstrategi fitSupply ChainValue Chain

Meraih Strategi Fit dan Lingkupnya dalam Rantai Pasokan

Standard

Strategi kompetitif perusahaan diartikan seperangkat kebutuhan pelanggan yang dicari untuk memenuhi kebutuhan melalui produk, tergantung dari pesaingnya.
Rantai nilai perusahaan dimulai dari perkembangan produk baru, dengan menciptakan spesifikasi bagi produk. Pemasaran dan penjualan menghasilkan permintaan melalui publikasi prioritas-prioritas pelanggan dengan produk dan jasa yang memuaskan.

Pemasaran juga membawa pelanggan kembali pada perkembangan produk baru. Dengan spesifikasi produk baru, operasi mengubah input menjadi output untuk menciptakan produk. Distribusi juga membawa produk ke pelanggan atau membawa pelanggan ke produk. Jasa merespon permintaan pelanggan selama atau setelah penjualan. Ini merupakan fungsi atau proses inti yang harus dilakukan untuk mencapai penjualan yang berhasil. Keuangan, akuntansi, tehnologi informasi, dan sumber daya manusia mendukung dan memfasilitasi bagian-bagian rantai nilai.

Untuk melaksanakan strategi kompetitif perusahaan, seluruh fungsi ini memerankan perannya masing-masing dan harus mengembangkan strateginya sendiri. Di sini, strategi diartikan sebagai tiap-tiap proses dan fungsi apakah yang akan coba dilakukan dengan baik.

Strategi pengembangan produk diartikan dengan menetapkan portofolio produk baru yang akan perusahaan coba kembangkan. Strategi pemasaran dan penjualan diartikan dengan menetapkan bagaimana pasar akan dibagi dan bagaimana produk akan diposisikan, diberi harga, dan dipromosikan. Strategi rantai pasokan diartikan dengan sifat dari pengadaan bahan baku, transportasi bahan ke dan dari perusahaan, menghasilkan produk atau operasi untuk meningkatkan jasa, dan distribusi produk ke pelanggan, dan jasa purna jual yang akan ditangani sendiri atau di-outsourcing-kan pada pihak lain yang lebih kompeten.

Strategic fit diartikan bahwa kompetitif dan strategi rantai nilai memiliki sasaran yang sama. Ini berarti adanya konsistensi antara prioritas pelanggan yang diharapkan mampu dipenuhi oleh strategi kompetitif dan kemampuan rantai nilai yang dapat dibangun dengan strategi rantai pasokan.
Strategic fit dicapai dengan tiga tahap, yaitu:

1. Memahami pelanggan dan ketidakpastian rantai pasokan.
Pertama, perusahaan harus memahami kebutuhan pelanggan pada masing-masing segmen dan ketidakpastian rantai pasokan yang dihadapkan pada pemenuhan kebutuhan. Kebutuhan ini

membantu perusahaan menemukan keinginan biaya dan permintaan jasa. Ketidakpastian rantai pasokan membantu perusahaan mengidentifikasi tingkat ketidakmampuan prediksi dari permintaan, gangguan, dan keterlambatan yang seharusnya dipersiapkan oleh rantai nilai.

2. Memahami kemampuan rantai pasokan.
Terdapat beberapa jenis rantai pasokan, masing-masing dirancang untuk pelaksanaan tugas yang berbeda. Perusahaan seharusnya memahami untuk melakukan apa rantai pasokan tersebut.

3. Pencapaian strategic fit.
Jika terdapat persaingan yang tidak sebanding antara rantai pasokan dengan kebutuhan pelanggan, perusahaan juga akan mengatur kembali rantai pasokan untuk mendukung strategi kompetitif atau mengubah strategi kompetitif.

Intinya:

  • Langkah pertama dalam pencapaian strategic fit antara kompetitif dan strategi rantai pasokan adalah memahami pelanggan dan ketidakpastian rantai pasokan. Ketidakpastian dari pelanggan dan rantai pasokan dapat dikombinasikan dan dipetakan pada spektrum ketidakpastian.
  • Langkah kedua dalam pencapaian strategic fit antara kompetitif dan strategi rantai pasokan adalah memahami rantai pasokan dan memetakannya pada spektrum kemampuan reaksi.
  • Langkah terakhir dalam pencapaian strategic fit adalah mencocokan antara kemampuan reaksi rantai pasokan dengan ketidakpastian dari permintaan dan penawaran. Rancangan rantai pasokan dan selurih strategi fungsional pada perusahaan harus dapat mendukung tingkat kemampuan reaksi rantai pasokan.

Lingkup strategic fit adalah fungsi-fungsi yang ada pada perusahaan dan langkah-langkah yang yang tepat yang dapat menemukan hubungan strategi dengan tujuan. Lingkup interperusahaan dari strategic fit pada saat ini merupakan hal yang penting karena persaingan dalam wilayah perusahaan dengan perusahaan telah berubah menjadi persaingan rantai pasokan dengan rantai pasokan yang lain.
Rekan kerja perusahaan dalam rantai pasokan akan menentukan kesuksesan perusahaan. Lingkup interperusahaan dari strategic fit membutuhkan evaluasi tiap tindakan pada sebuah perusahaan dalam keseluruhan rantai pasokan. Lingkup ini meluas pada seluruh langkah di rantai pasokan.

Referensi

Chopra, Sunil & Peter Meindl. 2007. Supply Chain Management: Strategy, Planning & Operations,

3rd Edition. Pearson Prentice Hal